Majelis cinta. Itulah sebutan bagi pengajian yang kami rutini. Beberapa pemuda yang telah lelah dengan “anggur” duniawi dan ingin mereguk “anggur” surgawi. Pemuda-pemuda yang tangannya pernah berlumur dosa, matanya pernah terjerumus maksiat, telinganya telah terjerat ghibah, dan lisannya pernah berlebur dusta. Pemuda-pemuda yang dititipi berbagai kelebihan namun pernah menggunakannya untuk ingkar. Mulai dari ketampanan hingga kemampuan. Yang kesemuanya dimanfaatkan untuk kesenangan sesaat.
Tapi dengan ijin Allahlah kami bertemu. Bukan saja jasad kami yang bertemu, tapi hati kami saling menyapa. Mengikat mesra tali taubat untuk kembali menjadi jiwa yang taat. Hari ini adalah hari ulang tahun pertemuan kami yang ke-tujuh. Ya, selama itulah kami bersama. Sama-sama membasahi jasad kami dengan air wudhu, sama-sama membasahi jiwa kami dengan muhasabah, sama-sama berusaha menjadi teladan di tengah reruntuhan akhlaq. Dengan sebuah bekal, yaitu cinta. Cinta kami yang teramat agung untuk Allah yang telah mencipta, yang berharap dengan cinta yang tak mungkin sempurna dari kami itu mampu menghapuskan segala dosa yang telah diperbuat.
Filed under: Personal, al-azhar, blok m plasa, cinta, Doa, doa rabithah, food court, hati, iman, mall, pemuda, solaria, surga, taubat





Komentar Terakhir