Kadang kala hidup ini tidak selamanya manis. Adakalanya, atau mungkin lebih sering pahit serasa bratawali. Namun bagaimana pun kepahitan itu harus tetap kita telan. Saat ini saya sedang dilanda sebuah musibah. Sungguh berat sekali menerimanya untuk yang kesekian kalinya, dengan bobot yang lebih dahsyat.
Langit serasa runtuh, bintang-bintang rasanya berjatuhan. Nyaris saya tak mampu berdiri lagi. Beruntunglah saya memiliki sahabat-sahabat terbaik yang senantiasa memberikan saya nasihat. Dulu saya sering curhat dengan Aa Gym, sekarang ketika pindah ke Jakarta ada seorang guru mengaji saya yang amat menyayangi saya.
Setelah mengadu kepada Allah, jalan syariatnya adalah meminta nasihat dan hembusan semangat dari sahabat-sahabat, terutama guru mengaji saya ini. Inilah salah satu email balasan dari beliau :
22 Feb 2009, 22:02
Re: Help Me….!!!
akhi…. beruntunglah antum, karena Alloh Yang Maha Kasih telah memilih antum sbg pemeran utama dari skenario yang Alloh sendiri yg tulis. maka satu pertanyaan buat antum.;
“Are You Happy…?”
akhi…jika antum, dalam kondisi apapun, dimanapun berada. tetap katakanlah pada diri dan hati antum: I Am Happy…
happy berarti ketulusan dalam menerima setiap kondisi baik positif maupun negatif. happy berarti ungkapan rasa syukur yang paling dalam kepada Allah. happy merupakan ungkapan keyakinan yang mengakar dalam jiwa..
ingatlah akhi, jika seseorang diberikan suatu peran dalam sebuah skenario hidup ini yang negatif lalu ia tidak ikhlas menerima, bahkan sampai sakit hati, berarti ia belum siap hidup, belum siap untuk ditayangkan menjadi dunia nyata.
ambillah air wudhu, shalatlah dua rakaat, duduklah sempurna sejenak diatas sejadah itu, rileks &lemaskan seluruh persendian otot dan syaraf, mulailah tarik nafas panjang tahan sejenak dan keluarkan pelan2, ulangi beberapa kali sampai fisik, jiwa dan hati terasa tenang. pejamkan mata sesaat, salah satu atau kedua tangan letakkan di dada, dan tersenyum pada hatimu sendiri, senyumlah untuk dirimu sendiri yang luar biasa itu. paksakan mulut & ekspresi wajah untuk tetap terseyum. ulangi beberapa kali dan tetaplah tersenyum pada hati dan diri antum yang luar biasa itu.
akhi…berucaplah untuk diri antum sendiri. terima kasih ya Alloh, hari ini Engkau telah berikan pelajaran kepada hamba, aku yakin bahwa jika engkau yang berkehendak, itu pasti yang terbaik untuk hamba,,karena engkau telah bersabda : maa kholakta hadza bathila, subhanaka fakina adzabannar…”
akhi, diri antum lebih besar dari masalah yang sedang antum hadaapi, janganlah antum jadikan bahwa masalah itu seolah lebih besar dari diri antum sekali.
tetap tersenyumlah… dan katakan ; i am happy…! Hati adalah pancaran kekuatan Ilahi, jagalah ia, maka antum kan mendapatkan ultimate success & happiness…
sekali lagi…ana salut, dan luar biasa…antum sudah naik tangga, karena telah melewati satu dari sekian banyak tahapan ujian hidup ini…
dan BERSIAPLAH untuk mendapatkan yang terbaik dari Alloh, jika antum tetap tersenyum (sabar, syukur & tawakal)
oke… the show must go on…. look at for future
akhukum fillah
Terima kasih ustadz…!!!
I’M HAPPY NOW AND FOR EVER…
Jika semua bintang sudah berjatuhan. Maka saya sendiri yang akan menjadi bintang untuk malam yang di nanti seluruh insan.
>> Sendiri A?
Ya nggak dunks.. kan nanti ada rembulan yang akan nemenin..
Udah ah.. udah lewat tengah malem. Mau gosok gigi, cuci kaki. Bobo. Pasang waker di jam 02:00. Dan lanjutin curhat dengan sang pemilik nafas. Masak apa ya buat sahur?
>> Masak air A..!!
Hahaha.. air? Tapi gpp. Air panas plus susu, dan sekerat roti.
(Insan Sains)
Jakarta, 22 Februari 2009, 23:38 WIB
Filed under: Personal, Aa Gym, bintang, bratawali, cobaan, Guru ngaji, happy, langit, musibah, sabar, shalat, ujian, ustadz
Komentar Terakhir