Para Pencari Ilmu & Hikmah

Ikon

Pencarian Tanpa Henti di Ujung Nafas yang Dititipkan

Inilah tempat berteduh saya saat ini…!

Rumah tempat saya berteduh, pernah diapit oleh dua keluarga yang berbeda. Keluarga yang pertama datang ke lingkungan kami dengan menggelar “upacara kedatangan”. Sangat sederhana “upacara” tersebut. Mereka mengundang kami untuk sekedar membacakan lantunan suci ayat Al-Quran, dan beramah tamah dengan kami walau seadanya hidangan yang disuguhkan.

Sedangkan keluarga yang kedua, singgah tanpa sapa, berteduh tanpa kata. Padahal hampir dalam segala hal, segala kelebihan dimiliki oleh keluarga kedua ini. Mulai dari kelebihan financial, kelebihan status sosial, kelebihan tingkat pendidikan, dan kelebihan-kelebihan lain yang antri dalam daftar yang mereka punya.

Sederhana sekali penyebabnya, namun imbas yang muncul sungguh luar biasa. Keluarga yang pertama sangat mudah berbaur dengan masyarakat, dan segala kemudahan pun datang kepada keluarga pertama. Namun kondisi yang sungguh bertolak belakang terjadi pada keluarga kedua. Dan semua ini terjadi karena sesuatu yang sangat sederhana, “upacara kedatangan”.

Betapa hal ini telah membekaskan hikmah yang amat jelas dalam batin saya. Dan inilah pelajaran yang bisa saya ambil kali ini

“sesederhana apapun, gelarlah tikar persahabatan, suguhkan senyum keramahan”

Maka bukanlah tanpa alasan, saya “mengundang” sahabat-sahabat sekalian untuk datang ke “rumah baru” saya. Hanya sebuah undangan untuk “upacara” sederhana.

“Rumah” saya yang beralamat di http://insansains.wordpress.com sudah tidak akan saya tinggali lagi. Walaupun sewaktu-waktu saya masih dapat bernostalgia untuk melihat-lihat “album kenangan” yang pernah tertoreh di sana.

Inilah rumah baru saya, tempat berteduh dalam menikmati ujung nafas untuk terus mencari dan berbagi hikmah, sebagaimana nama “rumah jiwa” ini, “SAGASU”, “Mencari”. Dan di rumah inilah segala hasil pencarian itu tertuang. Mudah-mudahan suguhan sederhana di rumah ini, tak mengurangi kadar ketulusan sahabat-sahabat sekalian untuk mengikat silaturahim (persahatan) dengan sang pemilik “rumah” sederhana ini.

Terima kasih atas kesediaannya berkunjung dan memenuhi undangan “upacara kedatangan” ini. Terlebih kepada sahabat-sahabat yang sering atau pernah “minum teh” di rumah saya yang lama. Jika dibolehkan, saya menyebutkan satu persatu : Alris, Nenyok, Putri, Uni, Kahfinyster, Ari, Wi3nd, Syaiful, mba 1nd1r4, Blue, Mujahidah Wanita, Muhjamil, Ade, Arif Rahman Lubis, Yudi81, Nining Dwie, Nining Dwi, Easy, Aya, Air Langga89, Laki-laki biasa, Atik, Haris Suryanegara, mas Ganjar, Rasyid, mba Nin, Eeta, Ayam Cinta, Icha, Silmi Kaffa, Ririn Putri, Ly, Daiichi, kang Haris, Bayu200687, Tukyman, Siwi, Rocknoida, Suwung, Uki21, Ryn, Omiyan, Rahmawati, Yodama, Nyurian, Tren di Bandung, Toto, Sassie, Dunia Sunyi, Exploe, Eliandasari, Cinta Aishi, Gagis Rantau, Langit Jiwa, Sunarno Sahlan, Hidayanti, Fairuzdarin, Dewi, Meylya, Jelajah Dunia Ely, Maya Puspitasari, mas Indra, Ria manies, Sufi Muda, Arul, Asyafe, Rani, Adjie, Lahud, Eky, Nung, mas Yud, Plekocot, Qizinklaziva, Hangga, Abdurahman, Kucing Keren, Amaranta, Natazya, Fin, Alid Abdul, Catatan Muslim, Rahmadisrijanto, si Dion, Andre, Indah, Hilman, Imoe, Damalyk, mang Kumlod, Redesya, Arifdj, Chic, Madszzz, mas Alex, Aldohas, Quantum Economics, Tuan Sufi, Afwan Auliyar, Dian, Zora, Didta, Bunda Menik, mas Ari, Awi, Hedy, Elys Welt, Yessy Muchtar, Zoel, Manggis, Ramadhani Putri Ayu, Miko, Nadszy, Amanda, Lidiya, Okta Sihotang, Dkoor, Jingga, Dobelden, Rian, Wewenk, HM Cahyo, Shei, Sandynata, Kishandono, mba Nisa, Tan3, Hedy, Jay, nAsruni, Nitta, Neng Fey, Manggis, Wahyukresna, Naff, Wim Permana, Yakhanu, Arylangga, oRiDo, Hoeda, Muda bentara, Trizno, Anbhar, Dindunz, arRa II, FaNZ, ma2nn Smile, Hidayat, bapakethufail, Galeter, Tukang obat bersahaja, Faisol, Fahrizal Mochrin, Sahffiyah, Love password, Mastal, Maramis, Ruhe, Goncecs, Rully Patria, My, Pak De, Utchanovsky, Edipurwa, Awi, Ahsani Taqwim, Ghani Arrasyid, Kakanda, Yu2n, Mutiatun, Supermance, Kidung Jingga, Emfajar, si Wo, OP, Noppie, Yasir Muqosid, Riva Fauziah, Pakar Fisika, Esa, Amel, Ahsin Muslim, Teguh Junanto, Eko, Alamin, Darwinho, Monsterikan, Holy, kang Darlis, Ellya, Haniifa, Syifa, Akmal Hasan, RhyzQ, Irma, Amalia Sholicha, HZ Mubarok MAP, Wenny, Dion, mba Rita, Miss Glasses, Ilyas, Realylife, TaQ, Rafki RS, Edi Psw, Zoel, Ahead, Dino, Raffael, Cempluk, F415, Fikar, Blogblajar, Adi N, Dony Reza, Wawan, Chatoer, Windy3001, F@tm@, Hilda, Warmorning, Zainul, Hidayatullah, Pak Djun, Erwins, (Juga untuk sahabat-sahabat yang saya “undang” melalui email yang tidak bisa saya sebutkan satu-per-satu)

Salam

Insan Sains

Jakarta, 29 Januari 2009, 16:55 WIB

Iklan

Filed under: Personal, , , ,

Keharmonisan dalam Ketidakberaturan

Dengan seni hidup menjadi indah
Dengan ilmu hidup menjadi mudah
Dengan iman hidup menjadi berkah

Selain seni bela diri (Wushu), saya sangat menggemari seni mengolah otak. Jika ada permainan olah otak yang paling saya sukai, jawabnya adalah teka-teki matematik dan Rubik’s Cube. Beberapa pekan terakhir ini saya kembali bernostalgia dengan Rubik’s Cube. Sebuah permainan dalam bentuk kotak persegi yang tersusun dari beberapa kotak-kotak kecil berwarna-warni yang bisa diputar-putar. Tujuannya hanya satu, yaitu mengharmoniskan ke-enam warna pada setiap sisi kubus tersebut.

Rubik's cube

Untuk menciptakan keharmonisan pada tiap sisi kubus, bukanlah perkara yang mudah. Membutuh kemampuan logika, daya ingat, dan daya khayal untuk memvisualisasikan settiap langkah. Ketika kecil, saya hampir tidak percaya bahwa kotak-kotak kecil acak itu dapat tersusun kembali dan menghasilkan sebuah keharmonisan warna pada setiap sisinya. Saya berpikir, itu adalah akal-akalan orang saja untuk menipu anak kecil seperti saya. Dan pandangan ini diperkuat dengan tidak ditemukannya seorang pun dalam kehidupan masa kecil saya yang berhasil memecahkan teka-teki kubus ini.

Cerita demi cerita tentang kemampuan seseorang menyelesaikan permainan kubus ini datang silih berganti mengetuk telinga saya. Sayangnya informasi ini hanya sebuah cerita yang terlepas dari lisan dan bersarang di telinga semata. Tidak sampai menghujam ke dalam dada, yang seyogyanya akan melahirkan sebuah keyakinan, bahwa sebenarnya permainan Rubik’s Cube ini memang benar dapat diselesaikan.

Hingga pada akhirnya, ketika kebenaran itu hadir di depan mata. Ketika bukti sudah tidak bisa terbantah. Dengan mata kepala sendiri saya saksikan seseorang benar-benar menyelesaikan persoalan Rubik’s Cube ini. Barulah ketika itu, ketika mata tidak lagi tertutup, ketika telinga tidak lagi tersumbat, dan ketika hati sudah rela menerima, maka keyakinan itu pun terlahir. Bahwa sesuatu yang nampaknya rumit bahkan mustahil sebenarnya mempunyai “formula” pemecahannya.

Cara pandang dan sikap pesimislah yang lebih banyak mempengaruhi kita dalam menuntaskan masalah. Kotak-kotak kecil yang tersusun acak itu ibarat masalah-masalah yang sedang kita hadapi. Rumit, tak beraturan, membingungkan, bahkan memuakkan bagi sebagian orang. Namun bagi orang yang telah mengetahui “formula” penyelesaiannya, tantangan dan acak-acakan kotak seperti apapun, tak membuat keningnya mengernyit, tak membuat bibirnya kaku menciut, apalagi membuat jiwanya mengecil kerdil. Justru sebaliknya, ia akan senantiasa menghadapinya dengan senyum dan expresi wajah bahagia. Karena ia menganggap bahwa ini adalah sebuah permainan, yang ketika kita memiliki ilmunya, maka kesulitan itu akan menjadi mudah. Dan ketika kita bermain dengan berseni maka segala hal nampak menjadi indah.

Ah… sungguh beruntung orang-orang yang dapat melewati tiap masalah dalam hidupnya dengan berbekal ilmu dan seni. Keharmonisan hidup menjadi sesuatu yang bukan mustahil. Dan ketika keduanya (ilmu dan seni) ada dalam bingkai iman, maka bukan hanya akan menciptakan keharmonisan, melainkan juga keberkahan. Sebab bingkai inilah yang menjadikan kanvas kehidupan kita dapat menggantung tinggi. Menjadi bintang di langit sejarah. Bukan hanya mempesona makhluk-makhluk di bumi, namun menjadi keindahan bagi makhluk-makhluk di langit. (Insan Sains)

Jakarta, 27 Januari 2009, 17:55 WIB

Filed under: Renungan, , , ,

Laman

Arsip

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Insan’s Projects

Insan Sains Projects

RSS Insan Sains Projects

Insan at Forum Sains

Insan Sains @ ForSa

RSS Forum Sains