Para Pencari Ilmu & Hikmah

Ikon

Pencarian Tanpa Henti di Ujung Nafas yang Dititipkan

Majelis Cintaku

Majelis cinta. Itulah sebutan bagi pengajian yang kami rutini. Beberapa pemuda yang telah lelah dengan “anggur” duniawi dan ingin mereguk “anggur” surgawi. Pemuda-pemuda yang tangannya pernah berlumur dosa, matanya pernah terjerumus maksiat, telinganya telah terjerat ghibah, dan lisannya pernah berlebur dusta. Pemuda-pemuda yang dititipi berbagai kelebihan namun pernah menggunakannya untuk ingkar. Mulai dari ketampanan hingga kemampuan. Yang kesemuanya dimanfaatkan untuk kesenangan sesaat.

Tapi dengan ijin Allahlah kami bertemu. Bukan saja jasad kami yang bertemu, tapi hati kami saling menyapa. Mengikat mesra tali taubat untuk kembali menjadi jiwa yang taat. Hari ini adalah hari ulang tahun pertemuan kami yang ke-tujuh. Ya, selama itulah kami bersama. Sama-sama membasahi jasad kami dengan air wudhu, sama-sama membasahi jiwa kami dengan muhasabah, sama-sama berusaha menjadi teladan di tengah reruntuhan akhlaq. Dengan sebuah bekal, yaitu cinta. Cinta kami yang teramat agung untuk Allah yang telah mencipta, yang berharap dengan cinta yang tak mungkin sempurna dari kami itu mampu menghapuskan segala dosa yang telah diperbuat.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: Personal, , , , , , , , , , , , ,

Pengantin Surga

“Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri,
tetapi menghembuskan kegagahan
Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi menggelorakan”
(Buya Hamka)

“Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh
dan cobaan bagi ahli ibadah,”
(Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah)

Ijinkan dua perkataan ulama terkemuka itu membuka tulisan saya kali ini (setelah kalimat Allah mengalir dari jiwa saya tentunya). Iya.. lagi-lagi saya akan berbicara tentang cinta, bahkan lebih jauh melanjutkan seri “Episode Cinta” yang ada di blog terdahulu. Jangan alergi dengan cinta ya, karena tanpa cinta mustahil muncul cemburu, dan tanpa cemburu mustahil tergerak taqwa. Karena hanya kepada Allahlah cinta tertinggi harusnya bermuara. (Kalimat ini saya nukil dari ceramah-ceramah Abuya)

Sebelum melanjutkan saya ingin pula menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ustadz Anis Matta yang banyak menginspirasi saya tentang penulisan bahasan “Cinta” ini (disamping Buya Hamka). Dan tulisan ini pun tidak jauh beda dari pemikiran-pemikiran beliau berdua. Mudah-mudahan Allah Yang Maha Memiliki mengkaruniakan keberkahan dan keselamatan, serta menyampaikan pula pahala tulisan ini kepada mereka (bila ada). Dan syukur saya kepada Allah karena pernah menghadirkan sesosok “embun” dalam jiwa yang kini telah terganti sinar “mentari”. Mudah-mudahan Allah mengampuni tiap kesalahan saya dan ridha hingga “sore” yang pasti tiba membenam. Dan mungkin ini adalah tulisan terakhir saya sebelum hiatus, mengingat ada beberapa hal yang harus saya selesaikan. ^_^

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Selembut Dekapan Khadijah

Peristiwa yang luar biasa hadir dalam mimpi Muhammad. Menggiringnya menjadi pemuda yang sering menyendiri dalam sepinya gua. Merenung sendiri beberapa malam, dan pulang hanya mengambil bekal untuk kembali menepi dari bising kehidupan. Hingga akhirnya cahaya itu datang, dalam sesosok jibril yang besar bukan kepalang. Sekonyong-konyong menyeru Muhammad dengan kalimat “Bacalah!”

Kaget berbaur takut, seruan itu hanya berbalas geleng dan ucap, “Aku tidak bisa membaca”. Jibril pun mendekat, memeluk tubuh Muhammad erat. Dan kembali menyeru, “Bacalah!”

Muhammad lagi-lagi menjawab “Aku tidak bisa membaca”. Dan jibril kembali mengeratkan pelukannya, “Bacalah!”. Dan Muhammad yang ummi itu pun telah nyata ketakutan. Matanya nanar. Tubuhnya bergetar dahsyat, bibirnya dingin dan terbata mengucap “Aku tidak bisa membaca”. Maka jibril pun melanjutkan firman “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah”

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pemuda Dambaan Ummat

Catatan Taujih, 12 Maret 2009, Jakarta Selatan

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Segala puja hanyalah pantas tercurah untuk Allah yang telah menuntun kita mereguk nikmat terbesarnya, yaitu menjadi seorang muslim. Maka segala puji, hendaknya kita agungkan untuk Zat Yang Menggenggam hati-hati kita, yang mempertemukan jiwa kita dalam sebuah halaqah yang mudah-mudahan Allah meridhai, dan para malaikat mendoakan. Dan shalawat serta salam, marilah kita haturkan untuk sang pembawa risalah terakhir, al-musthafa, Muhammad saw, beserta para sahabatnya yang setia membela beliau hingga Islam menjadi gemilang di jamannya.

Duhai ikhwah fillah yang dimuliakan Allah. Malam ini, ada ribuan pemuda yang menyia-nyiakan waktunya dengan kesenangan semu. Di jalan-jalan, berpacaran, di tempat maksiat, melakukan hal yang tak semestinya. Pun tidak sedikit yang sudah terlelap pulas, berselimut malas. Namun Allah menuntun kita berkumpul di tempat ini, melewati jarak yang tak dibilang dekat, mengeluarkan ongkos yang tak sedikit, hanya untuk berkumpul duduk melingkar mereguk hikmah untuk menjadi pemuda dambaan ummat.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kenyang di Perempatan Jiwa

Seberapa seringkah kita makan? variatif jawabannya. Tapi saya menduga sebagian besar orang makan 2-3 kali sehari. Dan malam ini adalah makan malam saya untuk yang kesekian ribu kalinya. Namun beberapa pekan yang lalu, adalah satu diantara makan malam istimewa saya karena ditemani oleh sahabat-sahabat pengajian. Istimewa bukan hanya ditemani 13 orang sahabat, tapi juga istimewa karena kami makan malam di tempat yang istimewa di sebuah resto romantis dengan nuansa alam di belakang Bintaro Trace Center. Menyewa tempat paling eksklusif untuk menampung kami semua.

Nyaris keistimewaan di resto itu menjadi sempurna jika saja cita rasa masakan yang disuguhkan bukan hanya biasa-biasa saja. Pengalaman saya berteduh di beberapa kota di Indonesia, membuat lidah saya bukan hanya bisa menilai masakan itu enak atau tidak enak. Melainkan mampu mengatakan, kurang ini dan kurang itu.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , , , , , ,

Jiwa yang Tenang

Hanya dengan mengingat Allah,

Hati menjadi tenang

Di kantor tempat saya bekerja, ada seorang perempuan istimewa. Lebih tepatnya ibu istimewa. Disebut ibu, karena memang telah menikah dan memiliki dua orang anak. Dan istimewa, karena memang menurut pandangan saya begitu adanya.

Ibu istimewa ini sangat gemar membuat saya tersenyum. Entah itu senyum bahagia, atau senyum berselimut malu. Dan bukan hanya itu saja, ibu istimewa ini sangat sering memberikan saya hadiah. Baik itu mulai dari mentraktir makan siang saya, memberikan saya cemilan di meja kerja saya, atau bahkan pemberian-pemberian lain yang kalau saya tulis tentu akan amat panjang jadinya.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , , , ,

Saat Jiwa Harus Memilih

Memilih yang terbaik diantara yang baik itu bukanlah hal yang mudah. Ada perasaan yang harus dikorbankan, ada keinginan yang harus digugurkan. Rengkuh tangan kita tak lebih besar dari lebarnya beringin keinginan-keinginan kita. Mustahil kita memeluk utuh sempurna. Semakin kita berusaha memiliki segalanya, semakin kita tak mendapatkan apa-apa.

Hari ini adalah hari dimana saya mesti memilih.
Memilih antara dua pilihan yang memiliki arti bagi saya.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Personal, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Menghirup Harap

Gadis itu telah mendapatkan laki-laki yang sempurna. Tidak hanya tampan, tidak hanya kaya, tapi juga cerdas dan shaleh. Ada rasa bangga yang menyeruak, saat laki-laki sempurna itu dengan mantap mengucap ijab kabul. Bangga karena ternyata dialah gadis yang dipilih sang pangeran, dan menghiraukan gadis-gadis lain yang baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan menyukainya.

Dua bidadari mungil menjadi bukti cinta mereka. Cinta yang sebelumnya mereka bangun dengan menjaga syahwat, menjaga kesucian. Tak pernah mereka asyik pandang memandang, yang ada pandangan yang terjatuh ke tanah saat berpapasan. Tak juga mereka menikmati telepon menelepon, yang ada adalah menahan rasa, sebagaimana Ali dan Fatimah menjaga kesucian cinta mereka.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , , ,

Indah, Sempurna, dan Cinta

Saat keindahan jasad dan keindahan akhlaq melebur. Yang tercipta hanyalah satu. Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muth-thalib. Orang yang paling terpuji.

Perhatikanlah lebat rambutnya. Tidak keriting dan tidak pula terlalu lurus. Dahinya luas. Bulu di keningnya sangat halus dan sedang, dengan lengkung yang menawan. Potongan wajahnya sangat elok, berbinar cahaya. Biji matanya besar, padan, dan pantas. Sangat hitam warna hitamnya, dan luas. Dan mata putihnya bercampur merah.

Dirimu nyaris akan tak sadarkan diri begitu melihat sorot matanya tak pernah menajam. Senantiasa teduh menentram. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , , , , , , , , , , ,

Ma’rifatul Rosul

Name of Project : [Multimedia / Animation] Ma’rifatul Rosul

Author : Insan Sains

Date Created : 2006

Date Modified : 2006

Descriptions : Kumpulan file-file MP3 dengan tema “Rosulullah” yang dikemas dalam format Animasi Flash Player. Background langit dan ruang angkasa di unduh dari om Google.

  • Rosulullah – Aa Gym
  • Rinduku – BPM
  • Madah Rosul – Dang Faturahman
  • Insan Pilihan – Hawari
  • Rosulullah – Hawari
  • Selawat Atasmu – Nowseeheart
  • Cahaya Selawat – Raihan
  • Nabi Anak Yatim – Raihan feet NowSeeHeart
  • Ya Rosulullah – Raihan
  • Sang Purnama – Shautul Haq
  • Rindu Rosul – Suara Persaudaraan

Screenshoot

screenshot-marifatul-rosul

Link Download : Klik di sini [32.58 MB]

Filed under: Download, , , , , , , , , , ,

Laman

Arsip

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Insan’s Projects

Insan Sains Projects

RSS Insan Sains Projects

Insan at Forum Sains

Insan Sains @ ForSa

RSS Forum Sains