Para Pencari Ilmu & Hikmah

Ikon

Pencarian Tanpa Henti di Ujung Nafas yang Dititipkan

Jiwa yang Tenang

Hanya dengan mengingat Allah,

Hati menjadi tenang

Di kantor tempat saya bekerja, ada seorang perempuan istimewa. Lebih tepatnya ibu istimewa. Disebut ibu, karena memang telah menikah dan memiliki dua orang anak. Dan istimewa, karena memang menurut pandangan saya begitu adanya.

Ibu istimewa ini sangat gemar membuat saya tersenyum. Entah itu senyum bahagia, atau senyum berselimut malu. Dan bukan hanya itu saja, ibu istimewa ini sangat sering memberikan saya hadiah. Baik itu mulai dari mentraktir makan siang saya, memberikan saya cemilan di meja kerja saya, atau bahkan pemberian-pemberian lain yang kalau saya tulis tentu akan amat panjang jadinya.

Terkadang, saking seringnya pemberian itu saya jadi sungkan untuk menerimanya, kalau saja tidak saya balas dengan memberinya buku-buku baru ketika saya berbelanja. Namun di samping keistimewaannya itu, ibu yang satu ini memiliki satu keistimewaan yang amat istimewa. Yaitu, mendengarkan bacaan Al-Quran.

Iya.. Ibu yang satu ini, dan hanya satu-satunya ini sering meminta saya untuk membaca Al-Quran. Entah itu ketika berada di mushala, atau ketika duduk istirahat di meja kerja. Maka ibu tersebut akan menghampiri dan duduk disamping saya, dan berkata “A.. tolong bacain Al-Quran dong

Entah berapa banyak orang yang menjadi tenang ketika mendengarkan ayat Al-Quran dibacakan. Entah ada berapa banyak orang yang memperhatikan ketika lantunan ayat suci Tuhan diperdengarkan. Dan ibu yang satu ini adalah satu dari orang-orang yang begitu khidmat mendengarkan bacaan Al-Quran.

Ketika ibu tersebut punya masalah di rumahnya, walaupun dia tidak pernah bercerita, dia akan mendatangi dan duduk di samping saya dan berkata. “A… tolong bacain Al-Quran”. Ketika ibu tersebut sedang terhimpit kesulitan, dia tidak banyak cerita, hanya berkata “A… tolong bacain Al-Quran”. Dan seketika itu pula, dalam kekhidmatannya mendengarkan bacaan Al-Quran, wajahnya kembali berbinar. Segala beban dan kemuraman yang melekat seakan telah luruh habis tersiram.

Kekhidmatannya menikmati bacaan Al-Quran membuat saya merenung terhadap diri sendiri. Seberapa khidmadkah saya? Seberapa fahamkah saya terhadap bacaan yang saya lantunkan? Ah.. ternyata yang membaca belum tentu yang lebih baik dari yang mendengarkan. Kalau begitu, suatu saat giliran saya yang akan berkata, “De… tolong bacain Al-Quran

Maka ingatlah Allah,
dan jiwamu akan tenang (insyaAllah). (Insan Sains)

12 Maret 2009, 06:20 wib

Iklan

Filed under: Renungan, , , , , , , , ,

8 Responses

  1. Insan berkata:

    ^_^ Hari ini tidak ada tes manis yang disuguhkan di blog ini. Biarlah kemanisan itu kita rasakan di sore nanti yach. Hari ini kita hanya akan mengisi jiwa kita dengan segala hal yang dicintai Allah, dan disunnahkan Rosulullah.

    Semalam, purnama sangat indah sekali. Lihat tidak? Saya menyengaja keluar, mendongakkan kepala. Dan wah… subhanallah.. indah sekali. Bulat sempurna. Dan pagi ini pun ketika jalan pagi-pagi, purnama itu masih bulat sempurna. Tepat ada di depan pandang.

    Selamat bekerja, selamat belajar, selamat berkarya. Dan janji yach, hari ini kita harus membuat sebuah prestasi yang lebih baik dari hari kemarin. Jika mampu, maka buatlah prestasi yang mampu dikenang di langit sejarah.

    Jangan remehkan hal-hal kecil. Jika ada sampah, maka pungutlah. Jika ada teman yang bermuram, sapalah. Jika masih ada rizki, bersedekahlah. Ambillah wudhu, dan jagalah dari shalat ke shalat. Jika tak sengaja batal, maka berwudhulah kembali.

    Perbanyaklah mengingat Allah. Istiqomahlah membaca Al-Quran sekurangnya 3 menit setiap habis shalat. Tak perlu lama, yang penting konsisten. Maka dalam 1 atau 3 bulan insyaAllah khatam. Perbanyak pula melaksanakan yang sunnah. insyaAllah kita akan bertemu di tempat yang sama-sama kita damba, SURGA.

  2. alqifty berkata:

    insyaAllah..

  3. ari berkata:

    Insyaallah, jadi ingin mendengarkan bacaan Al-Qur’an senpai :D, nasyid yang di Ma’rifatul Rosul juga membuat ari tenang 🙂

  4. wi3nd berkata:

    ** mu bacain quran waT insan aH..
    bis mi lah..
    bis mi lah..

    u99htt.. nda jadi dech..hehehhe
    [jadi in9et haFalan suRat deLissa,yan9 membuatQ men9haru biru ]

    aKu liat puRnama ituh,sembunyi dibaliK awan,9oLd waRnana..menemaniQ dLm pejalanan puLan9 yan9 macet panjan9..dan aKu suka.. 🙂

    iyah aDa ketenan9an tersendiri ketika menden9arkan lafalz aL_quran..

    san,bacain duunn.. 🙂

    san..teh maniez an9eTna nTi sore yaaa..kan sekaran9 shaum ehheheheh
    kale eneh nda paKe 9oren9an san,aDa roti,mau?

    ** nYo9oK insan biaR nDa dilemPar senDal la9e..

    btw..selamat di tempaT baru yaaa?j9 divisi baruna,sLm waT ibu ituh..:)

  5. Harsa berkata:

    wah…ada yang lagi kangen nih kayanya….xixixixi…

    alhamdulillah, saya kenal dekat dengan perempuan yang sangat bagus mengajinya. Pernah dibacakan satu ayat panjang via telp yang membuat saya spechless, dan menitikan air mata….dan membuat saya terpacu untuk lebih bagus lagi membacanya dan lebih menyerap arti setiap kata dari Al-Qur’an itu… 🙂

    pa kabar,San?

  6. anintadiary berkata:

    mau kang, dibacain…biar ga jadi jatuh niy airmatanya… 😀

  7. kangBoed berkata:

    Jiwa yang Tenang adalah pembuka Pintu Ketuhanan… raihlah dalam tiket laa hwalla walla quwata… dalam kunci sabar, ikhlas, ridho, tawakal dan syukuur…. hmm raihlah ketenangan jiwa sebagai fitrah diri… yayaya…
    Salam Sayang

  8. eko berkata:

    bgus sekali critanya ………boleh kah saya bertanya sedikit …..hakikat hidup kita sebagai manusia itu untuk pa ya mz …makash

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: