Para Pencari Ilmu & Hikmah

Ikon

Pencarian Tanpa Henti di Ujung Nafas yang Dititipkan

[Pelangi Ramadhan] Pesan Islami Yang Tak Syar’i

Apa kabar sahabat sekalian?

Kembali, Pelangi Ramadhan menghadirkan tulisan pekanan. Yang kali ini kita telah memasuki pekan ke-3 sejak group ini dilaunching. Di pekan ke-3 ini kita akan sedikit menyinggung tentang pesan-pesan, iklan-iklan, spanduk-spanduk, pamflet-pamflet yang bernuansa mengajak pada kebajikan, namun jika ditelaah lebih dalam ternyata di dalamnya mengandung unsur kekeliruan.

Berkah selalu diidentikkan dengan keberuntungan. Meski tidak sepenuhnya tepat, banyak orang mengejar berkah, terlebih pada saat bulan ramadhan tiba. Bukan hanya bagi kita yang berpuasa saja, melainkan bagi mereka-mereka yang tidak mempunyai kepentingan dengan puasa pun ikut-ikutan ingin mengejar berkah ramadhan alias (dalam pengertian sempit) meraup untung sebesar-besarnya.

Mulai dari perusahaan niaga hingga jajanan emperan. Dari toko perkakas berat hingga produk kecantikan. Dari pengurus partai hingga kumpulan tukang ojek. Semuanya tak mau ketinggalan membuat jadwal imsyakiah. Memasang spanduk-spanduk, dan menampilkan iklan di televisi. Bukan perkara medianya yang kita soroti, melainkan isi pesan yang disampaikannya.

Terkadang kita melihat tulisan, “Sucikanlah Harta Anda dengan Membayar Zakat”. Entahlah karena ketidaksengajaan ataukah ketidakfahaman tulisan ini akhirnya termuat. Yang jelas, ada pihak-pihak yang paling senang mendengar dan melihat kata-kata ini. Yaitu para perampok, koruptor, maling, dan sejenisnya. Bagaimana tidak senang, tulisan tersebut seperti angin segar untuk melegalkan perilaku haram mereka. Menganggap harta rampasan mereka dapat tersucikan dengan mengeluarkan zakat.

Padahal setiap perbuatan baik, tidak mungkin dibangun dari bahan-bahan yang buruk. Sebagaimana tidak mungkin menumbuhkan pohon yang ranum dengan buah jika yang ditanam bukanlah bibit yang berkualitas. Dan lagi dalam surat At-Taubah ayat 103 ditegaskan bahwa :

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka”

Mereka dalam ayat itu sudah jelas menunjuk kepada orang, bukan kepada harta. Dan kata membersihkan dan mensucikan itu dikaitkan dengan kondisi batin, agar orang yang mengeluarkan zakat dapat bersih dari sifat-sifat kikir, bakhil, dan cinta harta. Jadi jelas bahwa zakat bukanlah yang disangka mereka sebagai money-loundry.

Sungguh berat tanggung jawab pihak-pihak yang membuat pesan-pesan yang sepintas bernuansa Islami padahal sama sekali tidak syar’i. Bukan hanya memberikan implikasi menyebar kebingungan di tubuh umat, tapi juga berpotensi menyesatkan umat.

“Sempurnakanlah puasa Anda dengan membayar zakat fitrah?”

Nah, bagaimana dengan pesan spanduk seperti di atas? ^_^

Mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing kita di jalan lurus-Nya. Dan meneguhkan kita semua agar tetap istiqomah berpegang pada tali agama-Nya. (Insan Sains)

Salam Pelangi Ramadhan

Jakarta, 15 Juni 2009, 23:45 WIB

Iklan

Filed under: Renungan, , , , , , , , , , ,

7 Responses

  1. syelviapoe3 berkata:

    Hm…
    Semoga puasa kali ini lebih baik..

  2. wi3nd berkata:

    9rouP pelan9i ramadhan?
    disini?mau 9abun9 duuunn.. 🙂

    dakU tuch maseh bihun zakat san..??
    kaYa seba9ian dr 9aji kita ituh setiap bulan harus dikeluarkan,nah itu masukna zaKat pa infak ya?
    ** sory ooT

    hemmm iYa benTar la9i ramadhan tiba,semo9a maseh diberi umur la9i untuk sampai diramadhan a9ar bisa merasakan ramadhan lebih baik la9i..amien

    Lomba aPa la9i neeh..?heheheh

  3. Insan berkata:

    @ Putri : amin.. ^_^

    @ Win3nd(ce) : Groupnya ada di Facebook. Punya kan? Gabung ya… *memelas* 😀

    Kalo dari gaji bulanan kita, namanya zakat penghasilan (zakat profesi). Sedangkan infaq itu adalah kata yang lebih umum, infaq yang wajib namanya zakat, sedangkan infaq yang disunnahkan namanya shadaqoh alias sedekah.

    Yang wajibnya udah dikeluarin belum bulan ini? Keluarin ajah untuk jajan Insan yah… hahahaha (emangnya fakir miskin? 😀 )

    Iya.. ramadhan kali ini kita lomba apa lagi yach?

    Gimana kalo lomba lari pagi tiap hari.. wkakaka…

  4. anintadiary berkata:

    duuh iya kang..binun…soale mrk pake bahasa yg kudu \”menjual\”..bahasa iklan ceunah…

    Semoga kt disampaikan ke ramadhan thn ini ya kang..aamiin 🙂

  5. wi3nd berkata:

    xixixixi.. invisibLe san diriku 😀

    owwhh..9itu ya,ya klu yan9 tiap bulan insya ALLAH selalu dikeluarkan,bukankah seba9ian rejeki kita ada yan9 berhak?

    klu kata ustad itu bukan zakat tapi infaq,makana aku bihun..

    jajan insan mah kuran9 dah se9ituh heheh

    kyaaa…Lomba lari pa9i??????

    owhh..tidakkkkkk san,aturnuhun san9ed…,insan ajah dech,diriku mendukun9 dan kaseh seman9aD ajah 🙂

  6. Insan berkata:

    @ Bunda Ais : iya.. ya… gak pake bahasa \”menjual\” gak laku… 😀 Sebenarnya sih, sedekahnya gak masalah, coz memang dari sisi sosial terpenuhi, baik si pemberi ikhlas ato enggak. Yang disayangkan adalah bahwa kalimat tersebut terkadang memberi angin segar untuk tetap melanjutkan perbuatan tidak baik pihak2 tertentu.

    Mudah-mudahan ya Bunda kita disampaikan. Makasih sudah gabung di Pelangi Ramadhan (facebook groups).

    @ Wi3nd : jaaah… takut ya? takut kalah? qeqeqe…

    Yawdah, mau lomba apa ramadhan kali ini?

  7. wi3nd berkata:

    heheh..
    kLu laRi daKu 9ive uP san.. 😳

    ya dia lempaR la9i ke daku 😛
    ummmm..en9sss..in9sss…apa yakh 🙄

    cari ide duLu yaa heheheh…
    ** pulan9 aahhhhh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: