Para Pencari Ilmu & Hikmah

Ikon

Pencarian Tanpa Henti di Ujung Nafas yang Dititipkan

Menyiram yang Gersang

*telah dipublikasikan di Pelangi Ramadhan (Facebook Group)*

umaya

Apa kabar sahabat Pelangi Ramadhan?

Alhamdulillah pintu gerbang Rajab sudah di depan mata. Sebulan kemudian, Sya’ban, dan akhirnya tibalah Ramadhan (insyaAllah). Ada yang tergetar hatinya mendengar kalimat ini, ada yang biasa saja. Tapi itulah pelangi rasa kita. Tidak mesti semuanya sama setiap hari, atau setiap bulannya. Kadang kala perlu berganti-ganti agar terlihat indah keseluruhan.

Di minggu ke-empat ini, kembali Pelangi Ramadhan menghadirkan tulisan pekanannya. Kali ini sengaja saya kutipkan potongan naskah dari buku yang mudah-mudahan Allah mengijinkan untuk terbit sebelum tiba Ramadhan tahun ini.


Menjelang bulan ramadhan kita sering diperlihatkan tontonan penutupan tempat-tempat maksiat. Tentu hal ini menjadi kabar baik bagi kaum muslimin. Menjaga kondisi kesucian dan keagungan bulan ramadhan.

Sebagian ada yang ditutup secara suka rela, artinya tidak ada paksaan dari siapa pun. Sebagian ada yang diberi peringatan oleh yang berwenang, baru kemudian mau tidak mau terpaksa harus menutup tempat maksiat tersebut. Namun sebagian lagi menggunakan cara-cara paksa, bahkan terkesan anarkis menghancurkan.

Entah dilihat dari sisi manapun, baik dari sisi agama maupun dari kacamata sosial kemasyarakatan, nampaknya kekerasan tidak bisa dijadikan legalitas untuk bebas menghancurkan atas nama agama. Namun bagaimana jika sasarannya adalah tempat-tempat maksiat? Perlukah ada sikap toleran dan budaya permisif dalam hal ini?

Kita mendapati perintah dari Allah untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Beberapa ayat yang lain menyandingkan penegakkan amar ma’ruf nahi munkar ini dengan bukti keimanan dan jalan keberuntungan. Namun ayat-ayat tersebut tidak berbicara tentang bagaimana cara atau langkah-langkahnya.

Kita mendapati petunjuk-petunjuknya dari contoh yang diperlihatkan oleh nabi Muhammad saw dan umatnya yang terdahulu. Dalam pencegahan kemungkaran ada satu kaidah yang disepakati para ulama, yaitu tidak boleh menimbulkan kemungkaran yang lain. Banyak kitab yang membahas hal ini. Lalu apakah pendapat ulama-ulama tersebut tidak bertentangan dengan sebuah hadist shahih yang berbunyi,

Siapa diantara kamu yang melihat kemungkaran, maka ubahlah hal itu dengan tangannya, apabila tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya. Dan bila sudah tidak mampu, maka ubahlah dengan hatinya. Dan yang terakhir ini adalah kualitas iman yang paling lemah” (HR. Muslim)

Dalam hadits diatas, jelas diterangkan bahwa tingkatan tertinggi seorang muslim yang mencegah kemungkaran adalah dengan tangannya, dengan kekuatannya, dengan kekuasaannya. Namun kita lupa memaknai kata “ubahlah”. Dan kata “ubahlah” sama sekali tidak kongruen dengan kata “hancurkanlah”. Satu kesepakatan lagi yang kita iya-kan bersama adalah tentang tak berdosanya bangunan. Dosa-dosa itu hanya melekat pada manusia-manusia yang menghuninya.

Siapa yang tak kenal watak keras Umar bin Khattab? Tapi ketika dibawah kekhalifahannya beliau beserta tentara-tentaranya berhasil menaklukkan wilayah Syam, di Damaskus. Apa yang beliau lakukan terhadap gereja besar yang jelas berdiri kokoh? Menghancurkannya-kah? Ternyata bangunan itu masih dibiarkan kokoh menjulang. Umar hanya mengosongkan isinya dan mengubahnya menjadi mesjid tempat muslimin shalat, yang sekarang dinamai dengan mesjid Ummayah. (Insan Sains)

Salam Pelangi Ramadhan

Jakarta, 21 Juni 23:03 WIB

umaya depan

Iklan

Filed under: ramadhan, Renungan, , , , , , , , ,

5 Responses

  1. wi3nd berkata:

    Apa kabar sahabat Pelangi Ramadhan?

    [meski bukan sahabat pelan9i ramadhan 😦 ]
    aLhamdulilah.. 🙂

    iyah kenapa selau saja ada pemadan9an seperti itu kaLA ramadhan menjelan9,bukan kekerasan dan pen9rusakan secara masal yan9 men9akibatkan pencemaran a9ama seolah olah islam itu a9ama yan9 radikal [like mY friend said],bukankah islam adalah a9ama yan9 damai?
    mreka meman9 perlu belajar banyak ya san,tidak asal men9atasnamaKan a9ama..

    harusnya mereka belajar banyak dari sahabat nabi umar bin khatab..
    subhanallah masjidna ba9us ya??
    kapan bisa menjejakkan dan shoLat disanah ya??
    [mekkah aJah belon 😦 ]

    semo9a diberi kesempaTan untuk bisa menikmati RAmAdHan La9i,amieennn

  2. Insan berkata:

    Wi3nd(ce) punya account pesbuk kan? ^_^
    Gabung ajah di Pelangi Ramadhan, banyak hal yang tidak bisa disampaikan jika melewati blog ini. Insan tunggu ya.. ^_^

  3. wi3nd berkata:

    😳
    ketauan insan,tapi jaran9 buka san,belon nemu enaknya disanah,.. 😦
    tapi nanti klu buka pasti 9abun9 dech 🙂

    Insan : Di tunggu ya… ^_^

  4. wi3nd berkata:

    tadi da buka FB,bukan karna tau insan nda ada..
    tapi pen n9apusin foTo..
    ech temen curhat,jadi lama dech..
    trus jadi in9et janji,klu buka FB bakalan 9abun9 ke “PR”..
    aku da menuhin janji,dan uda ber9abun9 di sanah…
    tapi man9 jaran9 OL di FB,tapi insyaALLAH akan ada di PR,wat pencerahan jiwa..*jan9an 9E_Er ya..
    heheh

    ** tetep ajah masih n9erasa keilan9an insan 😦

    Insan : Arrghhh… potonA diHapus…
    Nanti juga bakal kena virus FB… 😛

  5. bluethunderheart berkata:

    p cabar kang
    semoga sehat ya
    tetap semnagat
    salam hangat dari blue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: