Para Pencari Ilmu & Hikmah

Ikon

Pencarian Tanpa Henti di Ujung Nafas yang Dititipkan

Lukisan Kehidupan

Sudah lama ada rasa yang menghinggap di jemari, namun saya kehilangan kekuatan untuk menjatuhkannya pada tuts putih notebook kesayangan. Kini rasa itu makin membucah, hingga merelakan waktu yang tersisa untuk mengumpulkan mozaik-mozaik rasa itu dan menggantungkannya di rumah maya ini.

Sejak tiga bulan yang lalu, ada berbagai rasa yang menghampiri jiwa. Dan hari ini benar-benar terakumulasi dahsyat. Beberapa rasa dapat saya terjemahkan dalam kata, namun lebih banyak tidak mampu saya kemuka. Bukan perkara besar kecilnya rasa itu. Melainkan karena rasa adalah sesuatu yang tak mampu diraba dan dicerna mata, yang terkadang hanya bisa dirasa hingga rasa itu mengemuka menjadi sebuah gerak nyata.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: Personal, , , , , , , , , , , ,

Sisa Bulan Menjemput Cita 2009

Sudah sepertiga tahun berlalu
Masih banyak cita yang belum nyata
Maaf jika sekarang jarang muncul di sini
Salam cinta untuk sahabat-sahabat maya Insan.

insansains 2009Click the picture above to zoom

Filed under: Personal, , , , , ,

Menanti Sayap Mengepak [Indonesian Version]

Jangan cintai orang yang tidak mencintaimu.
Tapi cintailah orang yang tulus mencintaimu.

Kalimat diatas saya temukan terpasang pada kaca metromini reot yang saya tumpangi beberapa tahun silam. Guru saya Aa Gym pernah berpesan, “kemana pun nanti mengembara, hikmah pasti ada di sana. Maka bukalah mata, bukalah telinga, dan bukalah hati. Bisa jadi hikmah itu ada pada bangkai atau pada orang yang kita benci sekalipun”.

Berbicara tentang “cinta” berarti berbicara tentang dua hati. Karena tak sempurna bila cinta itu hanya mengepak sebelah sayap. Mesti ada sayap lain yang mengepak seirama sehingga mampu membumbung hati menjemput senyum di langit bahagia. Sama seperti sepasang kaki. Tak akan mampu berlari jika ayunan kaki yang satu tak bersambut ayunan kaki yang lain.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , , , , ,

Menanti Sayap Mengepak [Sundanese Version]

“Ulah mikacinta jalma nu pantrang micinta
Namung pikacinta jalma nu tulus micinta”

Kecap diluhur pribados pendakan tina kaca metromini reot nu pernah pribados taekan sababaraha taun kapungkur. Guru pribados, Aa Gym pernah ngawurukan yen cenah “kamana wae anjeun ngumbara, hikmah teh pasti aya di dinya. Kumargi kitu pek buka soca, buka dadanguan, buka hate. Hikmah tiasa dicomot tina bangke atanapi ti jalma nu ku anjeun pikasebel”.

Nyarios perkawis “Cinta” hartosna nyarios perkawis dua hate. Kusabab teu sampurna upami cinta mung meber hiji jangjang. Kedah aya jangjang nu sanes nu meber sairama nu matak tiasa ngabumbung hate nyampeur imut di langit bagja. Sapertos sapasang sampean. Aya nu katuhu aya nu kenca. Moal tiasa lumpat upami hiji ayunan teu disampeur ku ayunan sampean nu sanes.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , , , , , , , , ,

Kasihku, Inilah Istanaku…!

Video berikut adalah buah karya sahabat saya yang bernama, Ipang Wahid. Seorang ayah yang berdakwah melalui media visual. Banyak karya-karyanya yang menggugah sekalipun itu sebatas cuplikan video yang tak lebih dari 3 menit. Video-video multimedianya benar-benar orisinil, kreatif, dan mampu memberikan daya sentuh yang luar biasa untuk menghembuskan kebenaran tanpa menggurui. Terima kasih mas Ipang untuk semua karya-karyanya untuk negeri ini. Saya masih menunggu karya-karya selanjutnya…

Bersilaturahimlah ke rumahnya di www.ipangwahid.com

Berikut salah satu video yang amat membekas di hati saya. Bercerita tentang negeri kita yang sedang “sakit” namun visualisasi dan gaya bahasanya elegan sehingga tidak terkesan “mencibir”. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , ,

Mereguk Embun Hidayah

Tak penting seberapa buruk masa lalu kita.
Yang lebih penting adalah bagaimana masa kita hari ini,
dan ingin kita bawa ke mana sisanya?

Kalimat ini mungkin cukup subjektif, karena keluar dari lisan saya. Yang mungkin terucap sebagai kalimat pembelaan diri. Benar atau tidak, bagi saya masa lalu adalah hari-hari yang telah menjadi batu nisan, tidak akan kembali, dan hanya bisa dikenang untuk dijadikan kitab pelajaran hidup.

Seorang supir bandara di Banjarmasin kemarin telah membuka kembali memori-memori yang seyogyanya telah saya kubur dalam-dalam. Dalam perjalanan mengantarkan saya ke tempat tujuan, kami bertukar cerita hidup. Yang tentunya uban di kepala bapak itu tidak mampu saya tandingi dengan secuil umur yang baru saya lalui. Bapak tersebut banyak menceritakan kehidupan barunya yang telah meninggalkan jauh masa kelam lalunya. Tak perlu saya ungkap bagaimana keburukan masa lalunya. Air matanya yang tak terbendung saat menyetir cukup menjadi bukti betapa penyesalan sekaligus bahagia bercampur aduk hingga lisannya tak berhenti bergumam mengagungkan-Nya, mensyukuri “perempuan langit” yang diturunkan dengan kesabaran sepenuh bumi untuk menemaninya puluhan tahun hingga sampai kepada pertaubatan.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , ,

Majelis Cintaku

Majelis cinta. Itulah sebutan bagi pengajian yang kami rutini. Beberapa pemuda yang telah lelah dengan “anggur” duniawi dan ingin mereguk “anggur” surgawi. Pemuda-pemuda yang tangannya pernah berlumur dosa, matanya pernah terjerumus maksiat, telinganya telah terjerat ghibah, dan lisannya pernah berlebur dusta. Pemuda-pemuda yang dititipi berbagai kelebihan namun pernah menggunakannya untuk ingkar. Mulai dari ketampanan hingga kemampuan. Yang kesemuanya dimanfaatkan untuk kesenangan sesaat.

Tapi dengan ijin Allahlah kami bertemu. Bukan saja jasad kami yang bertemu, tapi hati kami saling menyapa. Mengikat mesra tali taubat untuk kembali menjadi jiwa yang taat. Hari ini adalah hari ulang tahun pertemuan kami yang ke-tujuh. Ya, selama itulah kami bersama. Sama-sama membasahi jasad kami dengan air wudhu, sama-sama membasahi jiwa kami dengan muhasabah, sama-sama berusaha menjadi teladan di tengah reruntuhan akhlaq. Dengan sebuah bekal, yaitu cinta. Cinta kami yang teramat agung untuk Allah yang telah mencipta, yang berharap dengan cinta yang tak mungkin sempurna dari kami itu mampu menghapuskan segala dosa yang telah diperbuat.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Personal, , , , , , , , , , , , ,

Pengantin Surga

“Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri,
tetapi menghembuskan kegagahan
Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi menggelorakan”
(Buya Hamka)

“Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh
dan cobaan bagi ahli ibadah,”
(Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah)

Ijinkan dua perkataan ulama terkemuka itu membuka tulisan saya kali ini (setelah kalimat Allah mengalir dari jiwa saya tentunya). Iya.. lagi-lagi saya akan berbicara tentang cinta, bahkan lebih jauh melanjutkan seri “Episode Cinta” yang ada di blog terdahulu. Jangan alergi dengan cinta ya, karena tanpa cinta mustahil muncul cemburu, dan tanpa cemburu mustahil tergerak taqwa. Karena hanya kepada Allahlah cinta tertinggi harusnya bermuara. (Kalimat ini saya nukil dari ceramah-ceramah Abuya)

Sebelum melanjutkan saya ingin pula menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ustadz Anis Matta yang banyak menginspirasi saya tentang penulisan bahasan “Cinta” ini (disamping Buya Hamka). Dan tulisan ini pun tidak jauh beda dari pemikiran-pemikiran beliau berdua. Mudah-mudahan Allah Yang Maha Memiliki mengkaruniakan keberkahan dan keselamatan, serta menyampaikan pula pahala tulisan ini kepada mereka (bila ada). Dan syukur saya kepada Allah karena pernah menghadirkan sesosok “embun” dalam jiwa yang kini telah terganti sinar “mentari”. Mudah-mudahan Allah mengampuni tiap kesalahan saya dan ridha hingga “sore” yang pasti tiba membenam. Dan mungkin ini adalah tulisan terakhir saya sebelum hiatus, mengingat ada beberapa hal yang harus saya selesaikan. ^_^

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Selembut Dekapan Khadijah

Peristiwa yang luar biasa hadir dalam mimpi Muhammad. Menggiringnya menjadi pemuda yang sering menyendiri dalam sepinya gua. Merenung sendiri beberapa malam, dan pulang hanya mengambil bekal untuk kembali menepi dari bising kehidupan. Hingga akhirnya cahaya itu datang, dalam sesosok jibril yang besar bukan kepalang. Sekonyong-konyong menyeru Muhammad dengan kalimat “Bacalah!”

Kaget berbaur takut, seruan itu hanya berbalas geleng dan ucap, “Aku tidak bisa membaca”. Jibril pun mendekat, memeluk tubuh Muhammad erat. Dan kembali menyeru, “Bacalah!”

Muhammad lagi-lagi menjawab “Aku tidak bisa membaca”. Dan jibril kembali mengeratkan pelukannya, “Bacalah!”. Dan Muhammad yang ummi itu pun telah nyata ketakutan. Matanya nanar. Tubuhnya bergetar dahsyat, bibirnya dingin dan terbata mengucap “Aku tidak bisa membaca”. Maka jibril pun melanjutkan firman “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah”

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pemuda Dambaan Ummat

Catatan Taujih, 12 Maret 2009, Jakarta Selatan

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Segala puja hanyalah pantas tercurah untuk Allah yang telah menuntun kita mereguk nikmat terbesarnya, yaitu menjadi seorang muslim. Maka segala puji, hendaknya kita agungkan untuk Zat Yang Menggenggam hati-hati kita, yang mempertemukan jiwa kita dalam sebuah halaqah yang mudah-mudahan Allah meridhai, dan para malaikat mendoakan. Dan shalawat serta salam, marilah kita haturkan untuk sang pembawa risalah terakhir, al-musthafa, Muhammad saw, beserta para sahabatnya yang setia membela beliau hingga Islam menjadi gemilang di jamannya.

Duhai ikhwah fillah yang dimuliakan Allah. Malam ini, ada ribuan pemuda yang menyia-nyiakan waktunya dengan kesenangan semu. Di jalan-jalan, berpacaran, di tempat maksiat, melakukan hal yang tak semestinya. Pun tidak sedikit yang sudah terlelap pulas, berselimut malas. Namun Allah menuntun kita berkumpul di tempat ini, melewati jarak yang tak dibilang dekat, mengeluarkan ongkos yang tak sedikit, hanya untuk berkumpul duduk melingkar mereguk hikmah untuk menjadi pemuda dambaan ummat.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Laman

Arsip

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Insan’s Projects

Insan Sains Projects

RSS Insan Sains Projects

Insan at Forum Sains

Insan Sains @ ForSa

RSS Forum Sains

  • Re:osn fisika 20 Oktober 2017
    Tergantung, untuk seleksi tingkat kabupaten/ kota (OSK) biasanya materinya cuman Mekanika. Tapi kalau udah naik tingkat sampai provinsi atau nasional materinya makin nambah kayak listrik magnet, optik, panas dan termo sampai Fisika Modern. Selamat berj...
  • Re:(Pertanyaan) Materi pra-kalkulus fraksional 19 Oktober 2017
    simak pemakaian kalkulus fraksional :https://en.wikipedia.org/wiki/Fractional_calculus[ Invalid YouTube link ]
  • Re:Penyakit Misterius yang Tidak pernah Didengar 17 Oktober 2017
    kuru itu penyakit karena prion sebenarnya. kanibalismenya sendiri menyebarkan prion karena yang dimakan adalah otak orang-orang yang meninggal karena kuru (fun fact, kanibalisme di kebudayaan Fore maksudnya nggak makan orang hidup-hidup, tapi habis pem...
  • Re:Siapa Bilang Tumbuhan Tidak Punya Otak? 17 Oktober 2017
    menurut kbbi, otak:n benda putih yang lunak terdapat di dalam rongga tengkorak yang menjadi pusat saraf; benak: n alat berpikir; pikiran; benak: tajamotak yang dimaksud di sini pusat saraf kan ya? walaupun tanaman bisa mentransfer sinyal dengan pote...
  • Re:Tumbuhan Bisa Tahu, Siapa yang Menyantap Dirinya 17 Oktober 2017
    ada indikasi juga kalo tanaman bisa mendeteksi suara atau getaran, misalnya akar tumbuh ke arah pipa yang mengalirkan air, Arabidopsis menghasilkan racun saat diperdengarkan suara kunyahan ulat dsb. Makanya polusi suara sebenarnya berdampak buruk juga ...