Para Pencari Ilmu & Hikmah

Ikon

Pencarian Tanpa Henti di Ujung Nafas yang Dititipkan

Lentera Malam

“Siapa diantara kamu yang melihat kemungkaran, maka ubahlah hal itu dengan tangannya, apabila tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya. Dan bila sudah tidak mampu, maka ubahlah dengan hatinya. Dan demikian itu adalah selemah-lemah iman” (HR. Muslim)

Minggu malam kemarin saya pergi merapihkan rambut yang sudah panjang. Tidak nyaman rasanya memiliki rambut panjang. Mesti selalu menyisir setelah basuhan wudhu ke kepala memberantakkan sisiran rapihnya. Juga tidak nyaman dengan rambut halus yang sudah menyambung jambang di pinggir telinga dengan jenggot yang makin melebat. Temen kantor bilang sudah mirip Wolferine. Akhirnya malam itu pun saya pergi ke tukang pangkas rambut. (Btw meskipun namanya pangkas rambut “SAHABAT” tapi tetap saja kok harus bayar ya? ^_^ )

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: Renungan, , , , , , , , , , , , , ,

Mereguk Embun Hidayah

Tak penting seberapa buruk masa lalu kita.
Yang lebih penting adalah bagaimana masa kita hari ini,
dan ingin kita bawa ke mana sisanya?

Kalimat ini mungkin cukup subjektif, karena keluar dari lisan saya. Yang mungkin terucap sebagai kalimat pembelaan diri. Benar atau tidak, bagi saya masa lalu adalah hari-hari yang telah menjadi batu nisan, tidak akan kembali, dan hanya bisa dikenang untuk dijadikan kitab pelajaran hidup.

Seorang supir bandara di Banjarmasin kemarin telah membuka kembali memori-memori yang seyogyanya telah saya kubur dalam-dalam. Dalam perjalanan mengantarkan saya ke tempat tujuan, kami bertukar cerita hidup. Yang tentunya uban di kepala bapak itu tidak mampu saya tandingi dengan secuil umur yang baru saya lalui. Bapak tersebut banyak menceritakan kehidupan barunya yang telah meninggalkan jauh masa kelam lalunya. Tak perlu saya ungkap bagaimana keburukan masa lalunya. Air matanya yang tak terbendung saat menyetir cukup menjadi bukti betapa penyesalan sekaligus bahagia bercampur aduk hingga lisannya tak berhenti bergumam mengagungkan-Nya, mensyukuri “perempuan langit” yang diturunkan dengan kesabaran sepenuh bumi untuk menemaninya puluhan tahun hingga sampai kepada pertaubatan.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan, , , , , , ,

Laman

Arsip

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Insan’s Projects

Insan Sains Projects

RSS Insan Sains Projects

Insan at Forum Sains

Insan Sains @ ForSa

RSS Forum Sains